Rabu, 18 November 2009

Akan Kemanakah Kasus Bibit-Candra Bermuara?

Kisruh antar lembaga penegakan hukum di negeri ini membuat publik pesimis akan rasa keadilan itu sendiri. Kericuhan ini sendiri terkait dengan kasus yang menimpa Bibit- Candra yang melibatkan KPK, Polri, dan Kejaksaan.
Adapun kronologis kisruh KPK-Polri –Kejaksaan secara garis besar adalah sebagai berikut :
  1. bermula dari tersadapnya telepon Kabareskrim non-aktif Susno Duadji yang berhubungan telfon dengan orang yang dalam penyelidikan KPK. Kemudian Perwira Polisi tersebut melontarkan istilah cicak-buaya yang oleh publik dinilai sebagai tindak arogansi, dimana KPK diistilahkan dengan cicak kecil dan Polri dengan buaya.
  2. Lalu kemudian ditangkapnya Wakil Ketua KPK non-aktif Bibit Samad Riyanto dan Candra Hamzah oleh Polri dengan tuduhan penyalahgunaan wewenang. Tuduhan tersebut berubah-ubah dengan penyuapan
  3. Dalam sidang Mahkamah Konstitusi (MK) diperdengarkan rekaman percakapan yang dimiliki KPK. Dalam rekaman tersebut terlihat ada skenario besar untuk mengkriminalkan Bibit-Candra dan menghancurkan KPK. Dalam rekaman pembicaraan Anggodo, adik Anggoro tersangka kasus yang sedang ditangani KPK dan sekarang bersembunyi di Singapura tersebut , disebutlah beberapa nama termasuk Susno Duadji dan AH Ritonga yang adalah Wakil Jaksa Agung. Bahkan ada pencatutan nama RI1 (sebutan untuk Presiden RI).
  4. Setelah terungkapnya rekaman tersebut, Anggodo langsung muncul dalam sebuah acara live di tvone. Disitu terungkap bahwa Anggodo menyampaikan uang dari Anggoro kepada Ari Muladi untuk digunakan menyuap pimpinan KPK. Sedangkan tidak ada aliran dana ke Bibit-Candra.
  5. Setelah itu Polri memeriksa Anggodo, menangguhkan penahanan Bibit-Candra.
  6. Sementara Ari Muladi sendiri mencabut BAP dan mengatakan tidak kenal Bibit-Candra dan uang tersebut diserahkan kepada orang yang bernama Yulianto yang katanya dekat dengan orang-orang KPK. Dan sampai kinipun Yulianto tidak pernah muncul.
  7. AH Ritonga mengundurkan diri dan Susno Duadji di non-aktifkan.
  8. Demo terjadi di mana-mana mendukung Bibit-Candra. Banyak tokoh menjaminkan diri untuk Bibit-Candra termasuk mantan Presiden Abdurrahman Wahid. Bahkan di dunia maya dukungan terhadap Bibit-Candra semakin luas dengan gerakan 1 juta facebooker dukung Bibit-Candra (bahkan sudah lebih dari 1 juta)
  9. Kemudian Presiden membentuk Tim Pencari Fakta yang dikenal juga dengan nama Tim 8 dengan masa kerja 2 minggu. Dalam tugasnya Tim inimemanggil dan mendengarkan keterangan banyak pihak, diantaranya Bibit-Candra sendiri, Anggoro juga Ari Muladi.
  10. Selasa (17/11) Tim 8 menyerahkan hasil verivikasi yang berupa rekomendasi bahwa Kasus Bibit-Candra tidak cukup bukti, setelah sebelumnya menyatakan bahwa kasus terputus pada Ari Muladi
  11. Presiden memerlukan waktu 1 minggu untuk mengambil langkah.

Dan akhirnya rasa keadilan masyarakat masih harus menunggu untuk dipenuhi. Apalagi disaat yang sama Kasus Antasari, mantan Ketua KPK yang didakwa atas pembunuhan Nasrudin juga semakin ‘ramai’. Juga soal markus (makelar Kasus) yang ramai belakanga ini. Mau dibawa kemanakah penegakan hukum kita? Sementara masyarakat sudah semakin pintar menilai. Akan dibawa kemana kasus Bibit-Candra? Akankah langkah yang diambil Presiden dapat memenuhi rasa keadilan masyarakat?

Comments
0 Comments

Tidak ada komentar: