Selasa, 03 November 2009

Bisakah Seorang Keponakan menjadi Ahli Waris?

Suatu ketika ada teman bercerita. Ia mempunyai seorang paman yang baru saja meninggal dunia tanpa meninggalkan anak. Istrinya juga telah meninggal lebih dulu. Ia mempunyai adik tapi juga sudah meninggal. Satu-satunya keluarga yang tersisa hanyalah anak dari adiknya (keponakan) yang selama ini merawatnya. Lalu teman tersebut bertanya, bisakah sang keponakan tersebut mewarisi harta orang yang meninggal tersebut?

Pasal 852 (1) KUH Perdata (BW): Anak-anak atau sekalian keturunan mereka, biar dilahirkan dari lain-lain perkawinan sekalipun, mewaris dari kedua orang tua, kakek, nenek, atau semua keluarga sedarah mereka selanjutnya dalam garis lurus ke atas, dengan tiada perbedaan antara laki-laki dan perempuan dan tiada perbedaan berdasarkan kelahiran lebih dahulu.

Dari pasal diatas dapat disimpulkan bahwa sistem kekerabatan menurut BW adalah bilateral, sehingga seseorang dapat mewarisi dari kedua orang tua dan kerabat orang tuanya. Ini berarti bahwa seorang keponakan dapat menjadi ahli waris dari paman/bibinya baik dari garis ayah maupun dari garis ibu dengan syarat tertentu.

Syarat tertentu ini adalah bila ahli waris utama tidak ada. Ahli waris utama adalah anak-anak dan keturunan pewaris serta suami/istri pewaris yang hidup terlama. Jika ahli waris utama tidak ada, maka harta jatuh kepada orang tua pewaris. Namun jika orang tua pewaris juga sudah meninggal maka harta akan diwariskan kepada saudara si pewaris. Namun jika saudara pewaris juga sudah tidak ada namun memiliki anak maka harta akan menjadi hak anak dari saudara pewaris (keponakan pewaris). Jadi kedudukan keponakan sebagai ahli waris adalah sebagai ahli waris pengganti, yaitu menggantikan kedudukan ayah/ibu mereka yang merupakan saudara pewaris yang telah meninggal sebelum pewaris meninggal.

Menurut Hukum Waris Islam yang di Indonesia diatur dalam Kompilasi Hukum Islam, bila seseorang meninggal dunia tanpa meninggalkan ayah dan anak maka saudara laki-laki dan saudara perempuan kandung atau seayah atau seibu dapat menjadi ahli waris. Kemudian ahli waris yang meninggal lebih dulu dari pewaris kedudukannya dapat diganti oleh anaknya, yaitu sebagai ahli waris pengganti.

Dengan demikian, seorang keponakan dapat menjadi ahli waris dengan syarat tertentu. Dan dalam kasus tersebut di atas, si keponakan dapat mewarisi harta sang paman.
Comments
17 Comments

17 komentar:

sahronny ronny mengatakan...

Ass... bisakah keponakan menjadi ahliwaris.
apakah anak angkat yg memiliki akte kelahiran menjadi ahliwaris
bila suami istri meninggal dunia yg tdk punya anak kandung dan suami memiliki sdr kandung wanita juga sdh meninggal dan mempunyai anak kandung beberapa orang
Sang istri juga punya saudara yg masi hidup laki2 dan wanita
Siapakah yg menjadi ahliwaris kedua suami istri tersebut?
anak dari saudara suami atau saudara dari isteri mohon penjelasan.
atas penjelasan saya ucapkan banyak terima kasi

dwisuka mengatakan...

Wa alaikum salam...

Menurut Hukum Perdata Barat, sebagaimana diatur dalam Staatblaad 1917 No. 29, anak yang diadopsi secara sah, memiliki kedudukan yang sama dengan anak kandung. Artinya, anak adopsi tersebut berhak untuk menjadi pewaris dari harta peninggalan orang tua angkatnya.

Menurut Hukum Islam, anak adopsi tidak dapat mewarisi harta dari orang tua angkatnya. Namun, terkadang untuk melindungi anak adopsi, orang tua angkat dapat memberikan hartanya melalui wasiat yang besarnya tidak lebih dari 1/3 harta.

Jika suami istri tersebut meninggal dunia dan tidak memiliki keturunan, maka menurut Hukum Islam, harta jatuh kepada keluarga mereka. Meskipun keluarga terdekat sudah meninggal, maka kedudukannya bisa digantikan oleh keturunannya sebagai ahli waris pengganti.

Unknown mengatakan...

Assalamualaikum... Sy ingin bertanya sedikit tentang ahli waris
Sy mempunyai pmn yg tidak mempunyai keturunan tapi pmn sy mempunyai 7 saudara kandung yg terdiri dari 3 sdr laki & 4 sdr perempuan...
Diantara 7 saudara kandung pmn sy 4 yg sdh meninggal dunia & diantaranya 2 laki2 ( almarhum ) & 2 perempuan ( almarhumah ).
Pertanyaan sy adlah apabila pmn sy meninggal dunia apakah sy sebagai keponakan dr saudara kandung pmn yg perempuan mendapatkan hak waris?
Ibu sy adalah saudara kandung dr pmn & ibu sy sdh almarhumah.
Apakah sy msk hitungan dlm ahli waris

Arie Yaniarti mengatakan...

Assalamualaikum... Sy ingin bertanya sedikit tentang ahli waris
Sy mempunyai pmn yg tidak mempunyai keturunan tapi pmn sy mempunyai 7 saudara kandung yg terdiri dari 3 sdr laki & 4 sdr perempuan...
Diantara 7 saudara kandung pmn sy 4 yg sdh meninggal dunia & diantaranya 2 laki2 ( almarhum ) & 2 perempuan ( almarhumah ).
Pertanyaan sy adlah apabila pmn sy meninggal dunia apakah sy sebagai keponakan dr saudara kandung pmn yg perempuan mendapatkan hak waris?
Ibu sy adalah saudara kandung dr pmn & ibu sy sdh almarhumah.
Apakah sy msk hitungan dlm ahli waris

Firdaus Vida mengatakan...

Assalamualaikum. Bagaimana perhitungan ahli waris keponakan yg pamannya telah meninggal hanya meninggalkan istri tanpa anak. Jumlah ponakan 25org dari 6 saudara kandung paman dan semua saudara kandung telah meninggal. Apakah pembagian warisan sama rata antara ponakan, atau dibagi sesuai dengan jumlah saudara kandung? Terima kasih.

Firdaus Vida mengatakan...

Assalamualaikum. Bagaimana perhitungan ahli waris keponakan yg pamannya telah meninggal hanya meninggalkan istri tanpa anak. Jumlah ponakan 25org dari 6 saudara kandung paman dan semua saudara kandung telah meninggal. Apakah pembagian warisan sama rata antara ponakan, atau dibagi sesuai dengan jumlah saudara kandung? Terima kasih.

ardi syaiful mengatakan...

Assalamu alaikum.
Saya mau tanya mengajak pembagian harta.
Saya punya saudara laki2 yang sudah menikah 12 tahun dan tidak mempunyai anak,dan kemudian saudara saya meninggal dan mempunyai beberapa warisan berupa toko,tanah,dan rumah.
Apakah menurut hukum islam semua harta peninggalan saudara saya itu jatuh ketangan istri.
Karna setahu saya,semua harta peninggalan saudara saya itu hasil kerja dia sendiri,dan istrinya hanya ibu rumah tangga biasa yg tidak ada sangkut pautnya sama pekerjaan almarhum.Apakah ibu/bapak almarhum (orang tua kami)tidak mempunyai hak atas harta peninggalan almarhum.Karna alhamdulillah,sampai saat ini bapak dan ibu kami masih diberikan kesehatan.
Terima kasih atas pencerahan nya.
Assalamu alaikum.

Unknown mengatakan...

Ass saya mempunyai paman tp dia sudah meninggal dan mempunyai sebidang tanah ,tanah itu d wariskan kepada saya selaku keponakannya akan tetapi ia masih mempunyai 7 bersaudara yg masih utuh permasalahan ya adalah 7 bersaudara ini tidak pernah memperhatikan keadaan paman saya terkecuali ibu saya sehingga ia bs mewariskan harta nya kepada saya yg selalu membantu atw memberi sesuatu yg ia harapkan....apakah sy berhak...menjadi ahli waris....

Unknown mengatakan...

Ass saya mempunyai paman tp dia sudah meninggal dan mempunyai sebidang tanah ,tanah itu d wariskan kepada saya selaku keponakannya akan tetapi ia masih mempunyai 7 bersaudara yg masih utuh permasalahan ya adalah 7 bersaudara ini tidak pernah memperhatikan keadaan paman saya terkecuali ibu saya sehingga ia bs mewariskan harta nya kepada saya yg selalu membantu atw memberi sesuatu yg ia harapkan....apakah sy berhak...menjadi ahli waris....

anuar ks mengatakan...

Ass saya telah menerimah hibah dari saudara nenek saya, Saya tela merawat nenek sampai akhir hayatnya, nah sekarang keponakan nenek yang saya rawat tadi memintah sabidang tanah yang dihibakan kapada saya, ..... Apakah saya berhak mempetahankanya atau mengembalikanya?

Kurniawan sjarif mengatakan...

Ass saya ingin bertanya bisakah ahli waris menggugat pelaku pemalsuan dokumen yg merugikan saudara nya yg telah meninggal?

sahronny ronny mengatakan...

Mksi mba dwi ats pnjelasan nya

Rasyad Maan mengatakan...

Apakah boleh ank saudara perempuan meminta harta warisan pada paman yg ibunya telah meninggal

faudzan mengatakan...

assalamualaokum ...sy mau bertanya kake sy menikah 2 kali dri istri pertama tidak mendapat anak dan mengangkat anak tiri 1 org ank prmpuan dri istri kedua mndapat 2 orng anak prmpuan skandung , yaitu ibu syaa dan bibi sya, ibu sya mndapat 7 orng anak 4 laki dan 3 prmpuan skandung , bibi / tnte sya tdk mempunyai keturunan dan suami ,bibi sya mempunyai 3 orng anak laki2 dri jalur kakek sy( di sebut anak ami/ anak paman) , ibu sya meninggal duluan bru bibi sya prtnyaan sya siapa yg berhak atas harta wRis bibi sya secarA syaria islam?? ttrima ksih wasdalam....

faudzan mengatakan...

assalamualaokum ...sy mau bertanya kake sy menikah 2 kali dri istri pertama tidak mendapat anak dan mengangkat anak tiri 1 org ank prmpuan dri istri kedua mndapat 2 orng anak prmpuan skandung , yaitu ibu syaa dan bibi sya, ibu sya mndapat 7 orng anak 4 laki dan 3 prmpuan skandung , bibi / tnte sya tdk mempunyai keturunan dan suami ,bibi sya mempunyai 3 orng anak laki2 dri jalur kakek sy( di sebut anak ami/ anak paman) , ibu sya meninggal duluan bru bibi sya prtnyaan sya siapa yg berhak atas harta wRis bibi sya secarA syaria islam?? ttrima ksih wasdalam....

faudzan mengatakan...

assalamualaokum ...sy mau bertanya kake sy menikah 2 kali dri istri pertama tidak mendapat anak dan mengangkat anak tiri 1 org ank prmpuan dri istri kedua mndapat 2 orng anak prmpuan skandung , yaitu ibu syaa dan bibi sya, ibu sya mndapat 7 orng anak 4 laki dan 3 prmpuan skandung , bibi / tnte sya tdk mempunyai keturunan dan suami ,bibi sya mempunyai 3 orng anak laki2 dri jalur kakek sy( di sebut anak ami/ anak paman) , ibu sya meninggal duluan bru bibi sya prtnyaan sya siapa yg berhak atas harta wRis bibi sya secarA syaria islam?? ttrima ksih wasdalam....

Agus Lalu mengatakan...

sy ingin bertanya apabila seorang bibi meninggal dunia dan mempunyai saudara lebih dari satu dan salah satunya meninggal terlebih dahulu dari pewaris tapi meninggalkan 3 orang anak apakah anak dari saudara pewaris bisa menjadi ahli wari pengganti ?