Selasa, 02 Februari 2010

Kronologis Kasus Pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen

  1. Maret 2009. Setelah bermain golf di Lapangan Golf Modern land, Nasrudin dengan mobilnya bermaksud hendak ke kantor. Nasrudin duduk di belakang , di jok belakang sebelah kiri. Setelah kurang lebih 5 menit kemudian, saat melewati polisi tidur, tiba-tiba mobil dipepet kendaraan bermotor dan Nasrudin ditembak 2 kali di kepala. Nasrudin meninggal di rumah sakit.
  2. Kurang lebih 1½ bulan kemudian polisi menangkap 9 orang tersangka. Yang mengejutkan, diantara para tersangka terdapat Antasari Azhar yang saat itu menjabat sebagai ketua KPK, dan ia disebut sebagai aktor intelektual. Juga terdapat Kombes Pol. Wiliardi Wizard, seorang perwira polisi yang disebut sebagai orang yang menyediakan senjata dan eksekutor; Sigit Haryo Wibisono, pengusaha yang disebut sebagai penyandang dana; serta Jerry Hermawan Lo yang disebut sebagai pengawas dan perantara
  3. Kasus ini begitu menarik perhatian publik, bukan hanya karena terdakwa-nya mantan pejabat, atau latar belakang kasus yang seperti benang kusut, tapi karena banyak sekali kejutan dalam persidangan para terdakwa. Kejutan-kejutan itu antara lain: penyebutan adanya tim lain oleh para eksekutor, kesaksian Wiliardi yang menyatakan ia dalam tekanan saat pembuatan BAP juga adanya rekayasa mengarah pada Antasari, keterangan saksi ahli balistik yang menyatakan bahwa peluru yang bersarang di kepala korban berbeda dengan peluru pada senjata yang digunakan sebagai barang bukti, dan keterangan saksi ahli forensik yang menyatakan bahwa saat jenasah korban diserahkan dalam keadaan dimanipulatif, dalam keadaan tidak asli, luka sudah dijahit dan rambut sudah dipotong serta tanpa baju yang digunakan saat ditembak. Dan yang paling menghebohkan adalah rekaman pembicaraan terdakwa Antasari dan Rani Juliani, istri siri korban, di kamar hotel Grand Mahakam, dimana kejadian di Grand Mahakam inilah yang disebut sebagai latar belakang pembunuhan. Juga rekaman pembicaraan Antasari dan Sigit.
  4. Tanggal 23 Desember 2009, lima eksekutor divonis penjara oleh PN Tangerang, ada yang 17 tahun dan ada yang 18 tahun.
  5. Dan tersangka Antasari Azhar, Wiliardi Wizard dan Sigit Haryo Wibisono, dituntut hukuman mati. Sedangkan Jerry Hermawan Lo dituntut penjara 15 tahun penjara. Dan sampai kini sidang masih berlanjut.
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar: