Kamis, 10 Juni 2010

Perzinahan Tidak Bisa Dikenakan Pasal Perzinahan?...

Belakangan ini publik Indonesia dihebohkan dengan dengan beredarnya video porno di internet, yaitu adegan ranjang yang dilakukan 2 orang (mirip?) publik figur, AP dan LM. Belum juga reda kehebohan itu, muncul video porno yang kedua, bintangnya (sekali lagi, mirip, atau kemungkinan), AP dan CT. Digunakan kata ‘mirip’ atau ‘kemungkinan’, karena memang sampai saat posting ini dibuat, belum terbukti apakah mereka yang ada dalam video itu. Meskipun, seorang pakar IT mengatakan 90% benar.

Lalu jika memang benar merekalah yang ada dalam video-video itu, bisakah mereka dituntut?

Menurut pasal 284 KUHP, seseorang yang melakukan perzinahan dapat dipidana penjara maksimum 9 bulan. Tetapi, masih berdasar pasal yang sama, suatu ‘perbuatan’ dapat disebut perzinahan hanya jika perbuatan itu dilakukan oleh dua orang yang salah satu atau keduanya terikat perkawinan dengan orang lain. Dan tuntutan hanya bisa dilakukan jika ada pengaduan dari pihak yang dirugikan, dalam hal ini suami atau istri si pembuat.

Dalam video AP dan LM (jika benar mereka), apa yang mereka lakukan tidak termasuk perzinahan (menurut hukum pidana kita), karena keduanya tidak sedang terikat perkawinan dengan siapapun. Karena itu keduanya tidak dapat dituntut dengan pasal Perzinahan (pasal 284 KUHP).

Hal ini berbeda dengan video AP dan CT (jika benar). Karena CT adalah istri seseorang, maka apa yang dilakukannya bersama AP adalah perzinahan. Keduanya dapat dipidana jika suami CT mengadukannya. Tetapi…, dalam suatu wawancara, tampak suami CT tidak percaya bahwa orang dalam video itu adalah CT. Jadi, kemungkinan tidak akan ada penuntutan(?)

Demikianlah Hukum Pidana Indonesia yang merupakan produk Kolonial Belanda. Dan mereka beruntung (sekali lagi, jika benar mereka), karena di Indonesia (kecuali NAD) tidak berlaku Hukum Pidana Islam, sehingga mereka terhindar dari 100kali cambukan atau rajam. Karena menurut Hukum Islam, sex tanpa nikah adalah zina. Demikian pula menurut Hukum Adat. Juga nilai-nilai dalam masyarakat kita.
(Tema yang sama juga ditulis di http://dwiliz.blogspot.com)

Comments
3 Comments

3 komentar:

Free$10paypal mengatakan...

Aneh emang hukum indo..

dwi mengatakan...

Yaah.., namanya jg produk kolonial.... :)

Anonim mengatakan...

ow gt mas ...thx infonya