Rabu, 10 November 2010

Pencurian dengan Pemberatan

Pencurian dengan Pemberatan atau Pencurian Khusus atau Pencurian dengan Kualifikasi (gequalificeerde deifstal) diatur dalam KUHP pasal 363. Yang dimaksud dengan pencurian dengan pemberatan adalah pencurian biasa yang dalam pelaksanaannya disertai oleh keadaan tertentu yang memberatkan.

Keadaan tertentu yang dimaksud adalah salah satu dari keadaan:

1. Barang yang dicuri adalah hewan. Yang dimaksud ‘hewan’ di sini adalah binatang memamah biak (sapi, kerbau, kambing), berkuku satu (kuda, keledai), dan babi. Pencurian terhadap hewan-hewan tersebut dianggap berat sebab hewan-hewan tersebut adalah harta penting bagi seorang petani.

2. Dilakukan pada waktu kebakaran, letusan, banjir, gempa bumi atau gempa laut, letusan gunng api, kapal karam, kapal terdampar, kecelakaan kereta api, huru-hara, pemberontakan atau kesengsaraan di masa perang. Pencurian yang dilakukan pada situasi demikian diancam dengan hukuman lebih berat, karena situasi tersebut adalah keadaan dimanan orang-orang sedang ribut, kacau, dan barang-barang dalam keadaan tidak terjaga. Dan orang yang melakukan kejahatan terhadap orang yang sedang mengalami musibah adalah orang yang berbudi rendah.

3. Dilakukan pada malam hari terhadap rumah atau pekarangan tertutup yang ada rumahnya

4. Dilakukan oleh 2 orang bersama-sama atau lebih

5. Dilakukan dengan cara membongkar, memecah atau memanjat ataudengan jalan memakai kunci palsu, perintah palsu atau pakaian jabatan palsu.

Berdasar pasal 363 KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana), orang yang melakukan pencurian dengan pemberatan (Curat) diancam dengan pidana penjara paling lama 7 tahun.Hal ini tak lain karena selain memenuhi unsur-unsur pencurian biasa dalam pasal 362 KUHP, juga disertai dengan hal yang memberatkan, yakni dilakukan dalam kondisi tertentu atau dengan cara tertentu.

Namun hukuman itu bisa menjadi lebih berat, yakni maksimal 9 tahun penjara, bila pencurian dilakukan pada malam hari terhadap sebuah rumah atau pekarangan yang tertutup yang ada rumahnya, serta:

· Dilakukan oleh 2 orang/lebih secara bersama-sama, atau

· Dilakukan dengan jalan membongkar, memecah atau memanjat atau dengan jalan memakai kunci palsu, perintah palsu atau pakaian jabatan palsu.

Comments
5 Comments

5 komentar:

ReBorn mengatakan...

kalo bukan mencuri hewan, tidak dilakukan waktu musibah,dilakukan siang hari dan bukan dirumah, di gedung misalnya, dilakukan oleh satu orang, dan dia orang dalem, jadi make kunci asli. ga bisa kena pasal ini dong? :p

salam kenal dan ijin follow ya. :)

dwisuka mengatakan...

kalau tidak ada unsur pemberatnya maka tidak bisa dikenakan pasal ini mas. Tapi bisa dikenakan pasal pencurian biasa kalau unsur2nya terpenuhi....

Monggo aja kalau mau follow ;)

Anonim mengatakan...

Mbak Dwi yang baik, mohon arahan apakah ada KUHP yang diterbitkan dalam bahasa Inggris?

Terima kasih arahannya. Salam kenal

dwisuka mengatakan...

coba buka di situsnya Hukumonline.... saya pernah liat ada versi bhs Inggrisnya & bs didownload

dani mengatakan...

Mbak dwi.... Saya mau nanyak. Jika ada org mencuri hewan dengan cara membongkar di siang hari . bagaimana itu hukumannya trus dikenakan pasal beraapa dia?